SD Negeri Adisutjipto 2 Yogyakarta akan dikembangkan menjadi sekolah model untuk penerapan pembelajaran koding, kecerdasan artifisial (AI), dan pembelajaran mendalam (deep learning).
Pengembangan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta literasi digital siswa sejak jenjang sekolah dasar. Rencana itu menjadi salah satu hal yang ditinjau Kepala Staf Kepresidenan Listyo Sigit Prabowo saat mengunjungi sekolah tersebut, Minggu (1/11).
Dalam kunjungan tersebut, Sigit melihat langsung penerapan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada pemahaman materi, tetapi juga mendorong siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi, dan memanfaatkan teknologi secara bijak. Melalui pendekatan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu berkreasi dan menghasilkan karya dengan memanfaatkan teknologi.
"Inisiatif tersebut sejalan dengan semangat pembangunan sumber daya manusia unggul yang menjadi salah satu agenda penting Presiden Prabowo Subianto," kata Sigit dalam keterangannya, Minggu (1/11).
"Pendidikan perlu memberikan pengalaman nyata agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang kreatif, mandiri, produktif, dan mampu memecahkan persoalan di lingkungannya," sambungnya.
Selain pembelajaran koding dan AI, sekolah tersebut juga mengembangkan sejumlah fasilitas pendukung, mulai dari ruang broadcasting, perpustakaan, hingga Papan Interaktif Digital (PID). Ruang broadcasting dimanfaatkan sebagai sarana bagi siswa untuk belajar menyampaikan informasi, berbicara di depan kamera, hingga memproduksi konten.
Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kepercayaan diri sekaligus kemampuan siswa dalam memilah informasi. Di sisi lain, PID digunakan untuk mendukung pembelajaran interaktif sebagai bagian dari program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas.
Sekolah tersebut juga mengembangkan Lahan Sekolah Produktif yang berfungsi sebagai laboratorium pembelajaran berbasis sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Melalui fasilitas ini, siswa diperkenalkan dengan tanaman obat keluarga (TOGA), termasuk manfaat dan potensi pengolahannya menjadi produk bernilai guna.
Salah satu kegiatan yang direncanakan adalah mengolah serai menjadi bahan baku pengharum ruangan. Dalam kunjungan tersebut, Sigit juga menandatangani prasasti peresmian renovasi SD Negeri Adisutjipto 2 sebagai penanda peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.
Sigit menuturkan pengembangan sekolah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui transformasi pendidikan dan penguasaan teknologi.








