banner 728x250

KAI dan Tim Gabungan Angkut 58 Gerbong Material Penataan Kawasan Kampung Bahari

banner 120x600
banner 468x60

Proses penataan dan pembersihan kawasan Kampung Bahari, Kelurahan Tanjung Priok, Jakarta Utara, terus digencarkan oleh tim gabungan. Langkah ini dilakukan guna memastikan area di sekitar lintasan kereta api bersih dari bangunan kosong serta material sisa yang berpotensi membahayakan keselamatan perjalanan kereta api maupun masyarakat. Hingga Jumat (6/11), puluhan gerbong material hasil pembongkaran telah berhasil diangkut keluar dari kawasan tersebut untuk dibersihkan secara menyeluruh.

Pembersihan lingkungan ini merupakan tindak lanjut dari operasi penertiban serta penggerebekan kasus peredaran narkoba yang dilakukan aparat kepolisian pada Minggu (1/11). Langkah pembenahan fisik ini diambil karena penanganan masalah narkoba tidak hanya cukup melalui tindakan penegakan hukum atau operasi kepolisian semata, melainkan juga harus diimbangi dengan pembenahan kondisi lingkungan dan tata ruang sosial. Penataan aset di area Kampung Muara Bahari, khususnya area A1 hingga A11, dirancang agar kawasan bantaran rel tersebut tidak kembali disalahgunakan sebagai tempat peredaran gelap narkotika.

banner 325x300

Dalam pelaksanaannya, kegiatan bersih lintas yang dimulai sejak Senin (2/11) ini melibatkan sinergi dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta, pihak kepolisian, TNI, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara, Satpol PP, hingga petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). Berdasarkan pendataan sementara, luas aset milik PT KAI di kawasan Kampung Bahari mencapai sekitar 47.537 meter persegi. Pembersihan diprioritaskan pada bangunan-bangunan yang sudah ditinggalkan oleh penghuninya serta sisa-sisa material yang berada di sepanjang sisi kanan dan kiri jalur perkeretaapian.

Proses pengangkutan sisa material bangunan dilakukan secara bertahap menggunakan sarana kereta api. Pada tahap awal yakni 2 November, sebanyak lima gerbong material berhasil diangkut dari lokasi. Jumlah tersebut berlanjut dengan pengangkutan 20 gerbong pada 4 November dan 24 gerbong pada 5 November. Dengan tambahan sembilan gerbong material pada tahap berikutnya, total material yang dievakuasi kini telah mencapai 58 gerbong. Seluruh material yang diangkut menggunakan rangkaian kereta api tersebut dibawa menuju emplasemen Stasiun Tanjung Priok. Setibanya di emplasemen stasiun, material dipindahkan ke armada truk yang telah disiapkan oleh Pemerintah Kota Jakarta Utara untuk diangkut keluar dari area stasiun.

Penataan kawasan tersebut akan terus berlangsung secara berkesinambungan dengan mengedepankan pendekatan yang humanis serta mengutamakan keselamatan para petugas di lapangan dan kelancaran operasional perjalanan kereta api. Koordinasi ketat antara instansi kepolisian, pemerintah daerah, dan pengelola jasa transportasi rel diharapkan dapat memperkuat ketahanan sosial masyarakat setempat. Sinergi ini ditujukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertib, aman, dan kondusif, sehingga bantaran jalur kereta api bebas dari potensi bahaya operasional maupun ancaman kejahatan peredaran narkoba di masa mendatang.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *