banner 728x250

Aparat Kepolisian Ternyata Menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL) untuk Menuju Kampung Bahari

banner 120x600
banner 468x60

Aparat kepolisian ternyata menggunakan kereta rel listrik (KRL) untuk menuju Kampung Bahari, Jakarta Utara, saat melakukan operasi penggerebekan pada Minggu (1/11).

Penggunaan KRL dilakukan untuk menjangkau kawasan tersebut dari sisi jalur rel. VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menuturkan perjalanan kereta luar biasa (KLB) rute Jakarta Kota-Tanjung Priok sekira pukul 06.25 WIB merupakan hasil koordinasi kepolisian dengan KAI Commuter.

banner 325x300

"Dapat kami sampaikan bahwa perjalanan Commuter Line Jakarta Kota-Tanjung Priok pada hari ini, Minggu sekitar pukul 06.25 WIB dengan perjalanan KLB merupakan hasil koordinasi dari pihak kepolisian kepada KAI Commuter untuk mobilitas hingga ke Tanjung Priok," ujar Karina dalam keterangan resmi.

Karina memastikan perjalanan tersebut tidak berdampak terhadap operasional reguler Commuter Line menuju Tanjung Priok. Meski demikian, KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf karena tiga perjalanan KRL Jakarta Kota-Tanjung Priok sempat mengalami keterlambatan selama 4-19 menit.

Keterlambatan itu dipicu kerumunan warga di jalur rel saat proses penggerebekan berlangsung.

"Terdapat tiga perjalanan Commuter Line Jakarta Kota-Tanjung Priok mengalami keterlambatan 4-19 menit yang disebabkan oleh kerumunan warga di rel dalam proses penggerebekan yang dilakukan," ucap dia.

Momen aparat kepolisian saat menggunakan KRL itu turut terekam dalam sebuah video dan beredar di media sosial. Salah satunya diunggah akun Instagram @infojkt24.

Dalam video yang diunggah, terlihat aparat kepolisian berdesakan di gerbong KRL. Beberapa di antaranya tampak menggunakan helm dan membawa tameng.

Masih dalam video itu, juga terlihat saat KRL berhenti di Kampung Bahari dan aparat kepolisian telah turun gerbong untuk bersiap melakukan penggerebekan. Ditresnarkoba Polda Metro Jaya bersama Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dan BNN melakukan penggerebekan narkoba di Kampung Bahari, Jakarta Utara pada Minggu (1/11).

"Kita melakukan penggerebekan dari berbagai sisi.

Oleh karena itu kita lakukan serempak, kemudian kita berkolaborasi dengan semua pihak, dari BNN, dari Bareskrim, kemudian dari Polda Metro Jaya, Brimob, dan lain sebagainya," kata Dirresnarkoba Polda Metro Jaya, Kombes Bismo Teguh Prakoso kepada wartawan, Minggu.

Dalam penggerebekan tersebut, tim turut menangkap 27 orang yang diduga terlibat dalam perkara narkoba. Puluhan orang itu nantinya akan diperiksa lebih lanjut oleh penyidik.

Selain menangkap puluhan orang, Bismo menyebut pihaknya juga menyita sejumlah barang bukti. Antara lain, sabu, ganja, esktasi, mesin pencetak ekstasi, alat isap sabu atau bong, senjata tajam (sajam) hingga senjata api (senpi).

Hasil jadi satu sama barang bukti ganjanya.

Jadi hasil penjualan ditaruh di situ berikut ganjanya, juga dengan uang tunainya," ucap Bismo.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *