Koleksi motor lawas dari berbagai merek di Galeri Motor Jadul, Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Seorang pedagang motor lawas di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, rutin menerima permintaan tersebut dari rumah produksi.
Totok, pemilik Galeri Motor Jadul, menyampaikan bahwa rumah produksi film dan sinetron sering menyewa motor dari tempatnya. Permintaan itu datang saat produksi membutuhkan kendaraan klasik untuk adegan-adegan tertentu.
“Film zaman dulu pasti butuh motor tahun dulu, jadi mereka mencari yang tahunnya menyesuaikan, sering ke sini film atau sinetron sudah dari beberapa tahun yang lalu.
Paling banyak Honda CB 100 dan CB lain, CB itu wajib ada,” ujarnya saat dijumpai kumparan belum lama ini. Galeri Motor Jadul di Pondok Cabe, Tangerang Selatan.
Totok menuturkan, popularitas film Dilan turut meningkatkan minat masyarakat terhadap Honda CB 100. Sejak saat itu, banyak orang mulai mencari motor tersebut ke tempatnya, bahkan merambah ke model lain seperti Honda CB 450.
Tarif sewa yang ia patok sekitar Rp 1 juta per hari untuk semua motor, termasuk BMW dan Honda CR special engine yang menjadi favorit Totok.
"Satu film paling banyak pakai 10 motor, ada juga yang 5 motor.
Nggak ngaruh ke penjualan, tetap normal dan seperti biasanya saja.
Permintaan sewa tahun ini juga stabil," imbuhnya.
Sepeda ontel di Galeri Motor Jadul yang turut disewa untuk syuting film dan sinetron. Motor itu sempat diminta untuk disewa sebagai properti film tentang Jenderal Sudirman.
Meski demikian, rencana tersebut batal karena tidak tercapai kesepakatan harga sewa. Menariknya, bukan hanya motor jadul yang banyak disewa untuk kebutuhan syuting film.
Totok menuturkan, koleksi sepeda ontel miliknya juga kerap diminati. Bahkan, salah satu sepeda ontel miliknya pernah ditawar hingga Rp 50 juta, tapi tawaran tersebut ditolaknya.
“Saya punya sepeda ontel 10 disewa semua.
Itu harganya ratusan juta ada di rumah, dilihat di YouTube sepeda saya nggak ada.
Bahasa sekarang AI (kecerdasan buatan) ya itu nggak bisa jawab sepeda saya, cuma ada prediksinya saja kira-kira tahun 1800," pungkas Totok.















