Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, menyatakan komitmennya untuk menyediakan lahan pembangunan rumah layak huni yang ditujukan bagi orang tua siswa Sekolah Rakyat. Langkah ini disampaikan langsung oleh Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif saat melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, pada Selasa (3/11/2026). Inisiatif tersebut mendapat apresiasi tinggi dari pihak Kementerian Sosial karena dinilai sebagai bentuk kerja sama nyata antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam penanganan kemiskinan.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh pemerintah daerah setempat, terdapat sekitar 200 orang tua dari total 500 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Sidrap yang hingga saat ini belum memiliki hunian pribadi. Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah daerah menawarkan sejumlah opsi lahan milik pemerintah kabupaten yang tersebar di beberapa kecamatan, termasuk area di sekitar lokasi Sekolah Rakyat. Opsi ini disiapkan agar nantinya dapat ditindaklanjuti secara teknis bersama kementerian serta lembaga terkait lainnya.
Menanggapi tawaran tersebut, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat tidak sekadar berfokus pada pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin. Program ini dirancang sebagai upaya pengentasan kemiskinan secara komprehensif yang mencakup tiga intervensi utama, yaitu menyekolahkan anak, memberdayakan ekonomi orang tua, serta memperbaiki kondisi rumah keluarga penerima manfaat sesuai arahan Presiden. Namun demikian, pihak Kementerian Sosial mengingatkan pentingnya pendataan ulang yang cermat untuk memastikan kesediaan para orang tua sebelum proses pembangunan fisik rumah dilaksanakan.
Selain penyediaan tempat tinggal, Kementerian Sosial juga menyoroti pentingnya program pemberdayaan ekonomi yang berkesinambungan bagi keluarga siswa setelah rumah dibangun. Pendampingan tersebut diperlukan agar para orang tua memiliki kemampuan finansial yang lebih baik dan dapat mandiri secara ekonomi. Di sisi lain, pemerintah juga perlu menyiapkan strategi jangka panjang terkait keberlanjutan masa depan para lulusan Sekolah Rakyat, baik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi maupun memasuki dunia kerja, sehingga proses graduasi dari kemiskinan dapat tercapai.
Guna memastikan keberhasilan program secara menyeluruh, dinas sosial di tingkat daerah beserta tim pendamping diminta aktif melakukan pengawasan serta pembinaan karakter kepada para siswa secara berkelanjutan. Pendekatan terpadu ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak dari keluarga yang menghadapi keterbatasan ekonomi. Sinergi antara pembangunan sarana hunian, pemberdayaan keluarga, dan pendidikan anak diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan secara permanen.


















