banner 728x250

Fakta Baru dalam Kasus Pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan Anaknya Berinisial AGEF

banner 120x600
banner 468x60

Terungkap fakta baru dalam kasus pembunuhan sadis Dini Hardiyanti (30) dan anaknya berinisial AGEF (4) di Madiun.

Ternyata, Dwi Bagus Martono (40) mempelajari cara membunuh, menghilangkan jasad hingga jika nanti diperiksa polisi dari ChatGPT. Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur menyampaikan fakta tersebut terungkap setelah pihaknya menemukan riwayat barang bukti elektronik.

banner 325x300

"Dia juga mempelajari kemungkinan-kemungkinan kalau dia bisa antisipasi kalau dimintai keterangan oleh kepolisian, dia belajar dari chat GPT, dari AI, ya," kata Jumhur di Polda Jatim, dilansir detikJatim, Rabu (4/11/2026).

"Dia pelajari itu semua, skenario-skenario kalau polisi menanyakan ini, jawaban ini, menanyakan ini, jawaban ini udah udah lengkap dia.

Jadi sudah jelas sekali rekan-rekan untuk perencanaan terhadap korban pertama, dari ibunya itu," tambahnya.

Menurut Jumhur, pembunuhan juga sudah disiapkan seminggu sebelum peristiwa terjadi. Hal ini juga ditemukan dari bukti riwayat Bagus yang mencari terkait teknik mencekik untuk menghabisi korban.

"Satu minggu sebelumnya itu tersangka browsing terkait cara menghabisi korban dengan cara mencekik itu tekniknya gimana, dia pelajari," tuturnya.

"Dia browsing alat mesin.

Jadi, berbagai mesin dia pelajari satu-satu," lanjutnya.

Indonesian Legislator Suspects Political Conspiracy in Prabowo Wiretapping

Profiles of 3 Generals Suspected in President Prabowo Wiretapping

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *