Mitsubishi Grandis tahun 2009. Kenyamanan kabin dan desain yang dinilai tetap modern menjadi alasan mereka enggan beralih ke mobil lain.
Kirsono, pemilik bengkel spesialis Bangun Motor Mitsubishi, termasuk yang bertahan. Hingga kini ia masih menggunakan Grandis lansiran 2009, bahkan pernah memiliki lebih dari lima unit.
“Zaman 2005 belum ada lampu belakang LED dan Grandis sudah memakainya, di zaman itu hanya Grandis yang begitu.
Saya pernah punya sampai tujuh mobil kalo nggak salah, satu saya pakai, satu buat orang tua di kampung. Saya jual-beli mobil juga,” kata Kirsono saat dijumpai kumparan di Duren Sawit, Jakarta Timur, belum lama ini.
Tampilan kabin Mitsubishi Grandis tahun 2009. Musabab bentuknya wagon alias beratap panjang, kabin Grandis terasa lebih nyaman, lega, sekaligus punya desain yang tidak lekang oleh zaman.
Bagasi juga jadi nilai tambah. Saat bangku belakang dilipat, lantainya rata sehingga ruang bagasi bertambah luas.
Ada pula beberapa cup holder dan beragam ruang penyimpanan sampai baris ketiga. Kirsono menyebut Grandis sebagai MPV premium yang dinilai terlalu canggih untuk zamannya.
Ia memilih Grandis lantaran mencari mobil dengan harga terjangkau dan nyaman.
“Saya pernah pulang kampung dari Bekasi ke Klaten dengan tangki penuh.
Kecepatan rata-rata saya 120 km/jam memakai cruise control tambahan. Sampai rumah, bensin masih tersisa satu bar, hitungannya irit bensin sekitar 1:12 untuk luar kota,” tutur Kirsono.
Baris kedua dan ketiga Mitsubishi Grandis bisa dilipat hingga rata. Harga unit bekasnya pun sekarang berada di angka Rp 60 jutaan.
Unit yang kondisinya sangat bagus dan berusia muda harganya berkisar Rp 100-110 jutaan. Kirsono menyebut biaya servis rutin Grandis juga tak berbeda dengan mobil lain.
Servis kecil per 5.000 kilometer dikenakan biaya Rp 1 jutaan, sedangkan servis besar per 40.000 kilometer berkisar Rp 3-4 jutaan.
“Suku cadang masih banyak pilihan, genuine parts juga gampang dicari.
Harga original kebanyakan mahal, jadi kami biasanya memakai after market. Untuk penggunaan di jalan kota, pemakaian tiga sampai lima tahun masih oke kualitasnya,” terangnya.
Di sisi lain, pemilik Grandis yang datang ke bengkel Kirsono cukup banyak, porsinya mencapai 30 persen. Tak heran, ia dijuluki sebagai 'suhu' Grandis di Jakarta.
Ia sendiri merupakan eks Mekanik Senior Mitsubishi di era 1999-2008 sebelum akhirnya membuka bengkel spesialis.


















