Oknum prajurit itu kemudian diamankan petugas di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, saat hendak terbang menuju Palembang.
Prajurit tersebut merupakan anggota TNI AD yang bertugas di Kodim 0816/Sidoarjo berinisial Koptu MT. Hal ini dibenarkan oleh Komandan Kodim (Dandim) 0816/Sidoarjo, Letkol Arh Muhammad Ansyari.
"Betul, anggota yang bernama Koptu Teguh jabatan di Tantama Kodim 0816 yang pada hari Senin kemarin viral menggunakan seragam atribut yang tidak sesuai dengan TNI AD pada saat ataupun ditemukan di Bandara Juanda," ujar Ansyari kepada wartawan, Rabu (4/11).
Ansyari menjelaskan berdasarkan penelusuran satuan, Koptu MT sebenarnya telah lama mengalami masalah kejiwaan. Kondisi tersebut mulai terdeteksi sejak perpindahannya dari Yon Zikon 12 ke Kodim V/Korem 084, ia sempat mengamuk dan emosi hingga akhirnya diamankan oleh Tim Intel Korem sebelum dipindahkan ke Kodim 0816/Sidoarjo.
"Sudah mengalami gangguan kondisi kejiwaan.
Yang bersangkutan pada saat itu pindah sudah kondisinya emosi, mengamuk.
Akhirnya diambil tindakan oleh Tim Intel di Korem diamankan terlebih dahulu kemudian setelah kondisi yang bersangkutan bisa dikatakan pulih ataupun normal, kemudian dipindahkan ke Kodim 0816 Sidoarjo," jelasnya.
Pada tahun 2025, saat menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Tingkat II Soepraoen yang dipimpin oleh Kolonel CKM Zainal, Koptu MT didiagnosis mengalami gangguan kejiwaan kategori J4. Sejak saat itu, ia rutin menjalani pengobatan dan pemeriksaan kesehatan jiwa di rumah sakit wilayah Surabaya di bawah pengawasan dokter spesialis.
"Nah, tindak lanjut yang bersangkutan melaksanakan pemeriksaan secara rutin di rumah sakit wilayah Surabaya oleh dokter spesialis kejiwaan melaksanakan pemeriksaan secara rutin," ungkap Ansyari.
Selama berdinas di Kodim 0816, Koptu MT sebenarnya tidak pernah diberikan tugas-tugas berat dan hanya diarahkan untuk kegiatan rutin seperti pembersihan. Meski demikian, beban mental prajurit tersebut kian memburuk setelah ditinggal wafat oleh kedua orang tuanya.
Ansyari menyampaikan, niat awal Koptu MT ke bandara adalah untuk pulang ke Palembang demi menemui istri dan anaknya. Meski demikian, ia justru terciduk petugas Satgas Pam Bandara Juanda mengenakan atribut pangkat bintang empat serta lencana bertuliskan TNI DLU (Darat, Laut, Udara).
"Nah, kejadian yang terakhir kemarin pada saat yang bersangkutan tujuannya akan pulang ke Palembang karena istri dan anaknya berada di Palembang.
Berangkat dari rumahnya karena sehari-harinya tinggal dengan saudaranya ataupun orang tuanya di wilayah Sidoarjo," kata Ansyari.
"Pada kondisi setelah orang tuanya kurang lebih beberapa waktu ke belakang meninggal, itu kondisi kejiwaannya semakin memburuk.
Jadi beban pikirannya semakin bertambah semenjak ditinggal oleh ibunya pada saat itu," tambah dia.
Menyikapi insiden ini, pihak Kodim 0816 mengusulkan agar Koptu MT untuk pensiun dini.
"Saran dari kami selaku komandan Kodim ataupun dari satuan yang bersangkutan agar melaksanakan pensiun dini ataupun pemberhentian dengan hormat dari ikatan kedinasan sebagai prajurit," ujar Ansyari.


















