banner 728x250

KA Kahuripan Tercatat Menjadi Perjalanan dengan Pengurangan Waktu Paling Signifikan

banner 120x600
banner 468x60

KA Kahuripan tercatat menjadi perjalanan dengan pengurangan waktu paling signifikan, yakni hingga 92 menit atau sekitar 1,5 jam.

VP Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan, penyesuaian waktu tempuh dalam Gapeka 2026 tidak membuat seluruh perjalanan kereta menjadi lebih lama. Sejumlah perjalanan justru mengalami pemangkasan waktu hingga lebih dari satu jam.

banner 325x300

“Ini adalah kereta-kereta yang belum muncul di socmed ya.

Jadi ada yang memang waktu tempuhnya bertambah gitu ya, tetapi ini adalah kereta-kereta yang lebih cepat. Bahkan ada yang lebih cepat sampai 1,5 jam, itu Kahuripan ya,” kata Anne dalam konferensi pers di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/11).

Anne menuturkan, KA Kahuripan relasi Blitar-Kiaracondong menjadi perjalanan dengan pemangkasan waktu tempuh terbesar dalam penerapan Gapeka 2026.

“Kahuripan adalah nomor 1, bisa lebih cepat 1,5 jam,” katanya.

Selain KA Kahuripan, sejumlah perjalanan kereta lainnya juga masuk dalam daftar 10 perjalanan dengan pemangkasan waktu tempuh terbesar. Di antaranya KA Pasundan relasi Surabaya Gubeng-Kiaracondong yang lebih cepat 53 menit, KA Airlangga relasi Surabaya Pasarturi-Pasar Senen yang lebih cepat 52 menit, serta KA Batavia relasi Solo Balapan-Gambir yang lebih cepat 51 menit.

Dalam daftar tersebut, KA Sangkuriang relasi Ketapang-Surabaya Gubeng-Bandung mengalami pemangkasan waktu tempuh 46 menit. Sementara KA Jayabaya relasi Pasar Senen-Surabaya Pasarturi-Malang lebih cepat 40 menit.

Vice President (VP) Corporate Communication KAI Anne Purba saat memaparkan sosialisasi Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026 di Amanaia Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2026). Anne mencontohkan KA Sangkuriang relasi Bandung-Ketapang yang mengalami perbedaan waktu perjalanan setelah penambahan enam stasiun pemberhentian.

Perjalanan KA Sangkuriang dari Bandung menuju Ketapang justru mengalami penambahan waktu tempuh sekitar 50 menit. Sedangkan perjalanan dari Ketapang menuju Bandung menjadi lebih cepat 46 menit.

“Untuk Ketapang-Bandung itu kita bisa reduce 46 menit, tetapi untuk Bandung dan Ketapang dia menambah 50 menit,” ungkap dia.

Anne menjelaskan, perbedaan waktu tempuh tersebut dipengaruhi kondisi operasional perjalanan kereta api. Faktor itu meliputi keberadaan kereta lain di jalur, persilangan perjalanan, hingga perbaikan prasarana.

“Karena waktu perjalanannya pasti kan ada kereta-kereta di dalamnya, di depannya.

Ada silang dan yang lain gitu ya. Kemudian ada juga yang namanya perbaikan prasarana di wilayahnya gitu ya.

Dan jam kan menentukan kesibukan dari lintas tersebut,” papar Anne. Pada kesempatan itu, ia pun menegaskan, keselamatan tetap menjadi prioritas KAI dalam mengoptimalkan waktu perjalanan, terutama seiring bertambahnya frekuensi perjalanan kereta.

“Walaupun dia menambah 6 stasiun gitu ya, perbaikan-perbaikan tersebut bisa me-reduce waktu.

Tetapi yang namanya safety kan nomor satu ya. Waktu per jam itu frekuensi perjalanan kereta bertambah,” ujarnya.

Anne menuturkan, KAI berupaya memangkas waktu perjalanan pada arah yang memungkinkan untuk dipercepat, meski waktu tempuh kedua arah tidak selalu sama.

“Ketika melihat potensi bisa dipercepat untuk satu arahnya, itu kita lakukan.

Sehingga dua arah itu tidak sama lama, tetapi dia tetap bisa memangkas waktu untuk yang kereta sebaliknya,” kata Anne.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *