Jakarta – Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) memberikan perkembangan terbaru terkait kecelakaan pesawat jet pribadi di Florida, pada Senin.
Sebelum itu, sebanyak sembilan orang berada di dalam pesawat tersebut dan seluruhnya tewas setelah pesawat jatuh di jalan raya, kawasan permukiman dekat Cresthaven, Palm Beach County, Florida. Berikut penyebabnya, dirangkum dari Reuters hingga New York Times Selasa (3/11/2026).
Jet pribadi itu dilaporkan berjenis Learjet 60. Pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Internasional Austin-Bergstrom di Texas dan dijadwalkan menuju Bandara North Eleuthera di Bahama sebelum mengalami kecelakaan.
Sekira pukul 12.47 waktu setempat, awak pesawat melaporkan kepada pengendali lalu lintas udara bahwa mereka menghadapi fenomena clear ice berwarna putih dengan intensitas sedang. Keterangan tersebut disampaikan anggota NTSB Thomas Chapman.
Clear ice merupakan jenis lapisan es yang terbentuk pada permukaan pesawat ketika tetesan air membeku saat bersentuhan dengan badan atau sayap pesawat. Kondisi ini dapat mengganggu aerodinamika dan mengurangi kemampuan pesawat untuk menghasilkan daya angkat.
Sebenarnya, saat berkomunikasi dengan Pusat Pengendalian Lalu Lintas Udara Rute Miami, awak pesawat melaporkan bahwa mereka berada di ketinggian 35.000 kaki dengan kondisi turbulensi sedang. Tidak lama kemudian, awak pesawat melaporkan adanya hujan dan meminta izin untuk menaikkan ketinggian penerbangan sebesar 2.000 kaki, hanya beberapa saat sebelum kecelakaan terjadi.
"Permintaan tersebut disetujui oleh pengendali lalu lintas udara Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA)," menurut NTSB dalam siaran persnya.
Pesawat kemudian memasuki kondisi menukik tajam. Kecepatan penurunannya mencapai 10.000 kaki per menit, kemudian meningkat menjadi 20.000 kaki per menit, bahkan sempat mencapai 35.000 kaki per menit.
Pilot kemudian menyatakan keadaan darurat. Ia mengirimkan sinyal permintaan bantuan.
"Kami mengalami kondisi overspeed dan sedang turun dengan kecepatan 20.000 kaki per menit," kata pilot melalui komunikasi radio di mana rekamannya tersebar di media.
"Kami akan jatuh ke tanah," lanjut sang pilot.
Pesawat tersebut jatuh sekira pukul 12.50 waktu setempat. Kejadian ini memicu ledakan besar yang menyerupai bola api di jalan raya di Palm Beach County, Florida.
Penyelidik menyampaikan bahwa sejumlah bagian pesawat kemungkinan sudah terlepas sebelum pesawat menghantam tanah. Chapman menuturkan, pihaknya menemukan indikasi bahwa pesawat mulai mengalami kerusakan struktural saat masih berada di udara.
"Kami memiliki sejumlah indikasi bahwa pesawat mengalami kerusakan dan bagian-bagiannya mulai terlepas sebelum menghantam permukaan tanah.
Kami mungkin akan menemukan bagian pesawat di sejumlah lokasi yang cukup jauh dari titik jatuhnya pesawat," katanya.
NTSB memaparkan pilot sempat melaporkan adanya pembentukan es pada sayap pesawat. Saat itu, suhu tercatat sekitar minus 47 derajat.
Pilot kemudian meminta izin untuk terbang lebih tinggi guna menghindari turbulensi. Pengendali lalu lintas udara (ATC) memberikan izin atas permintaan tersebut.
Akan tetapi, tidak lama setelah itu, pilot mengirimkan sinyal darurat atau mayday. Pesawat mulai jatuh dengan cepat menuju permukaan tanah.
Penyelidik menyampaikan terdapat dua awak pesawat dan tujuh penumpang di dalam jet pribadi tersebut. Hingga kini, identitas kesembilan orang yang berada di dalam pesawat belum diumumkan secara resmi.
Catatan Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) mencantumkan sebuah perusahaan yang terdaftar di Delaware sebagai pemilik pesawat Learjet 60 tersebut. Camila Corteleti menuturkan kepada New York Post dan The New York Times bahwa putrinya, Nathalia Gadelha Filgueiras, yang berusia 20 tahun, merupakan salah satu pilot pesawat tersebut.
Nathalia memperoleh lisensi pilot pada 2023 ketika berusia 17 tahun. Ia masih duduk di kelas akhir West Boca Raton Community High School di Florida, menurut laporan media lokal saat itu.
Lisensi pilot yang dimilikinya menunjukkan bahwa Nathalia memiliki kualifikasi untuk menerbangkan model Learjet tersebut, tetapi tidak memiliki kewenangan untuk bertindak sebagai pilot yang bertanggung jawab atas keseluruhan penerbangan (pilot in command). Di sisi lain, identitas orang-orang lainnya yang berada di dalam pesawat belum diumumkan.
Di sisi lain, NTSB melaporkan satu orang yang berada di dalam mobil dan sedang meninggalkan area terdampak saat kecelakaan terjadi mengalami luka pada bagian kaki.
Hingga kini, belum ada laporan mengenai korban luka lainnya di darat.


















