Wartaindonesia.web.id, TEKNOLOGI – Sebuah aturan baru yang sangat revolusioner bersiap mengubah total desain ponsel di seluruh dunia. Mulai tahun 2027 nanti, Uni Eropa resmi mewajibkan seluruh produsen gawai untuk kembali menggunakan sistem baterai yang bisa dilepas pasang secara mandiri oleh para penggunanya.
Mari kita bedah alasan di balik hancurnya era monopoli baterai tanam ini:Selamat Tinggal Monopoli Servis.
Selama bertahun tahun, produsen sengaja menggunakan baterai tanam yang direkatkan dengan lem super kuat agar konsumen kesulitan memperbaiki ponselnya sendiri.
Tujuannya tentu saja agar pengguna terpaksa membayar mahal jasa servis resmi saat baterai mulai bocor.
Dengan aturan baru ini, konsumen memiliki kebebasan penuh untuk mengganti baterai mati kapan saja tanpa perlu alat canggih.
Bukan Sekadar Casing Jadul.Jangan bayangkan desainnya akan serapuh ponsel plastik di masa lalu.
Produsen tetap diizinkan menggunakan baut atau pengait pengaman, asalkan mereka wajib menyertakan obeng atau alat pembongkar kecil tersebut secara cuma cuma di dalam kotak kemasan ponsel saat pembelian.
Celah Licik Raksasa Teknologi, sayangnya, selalu ada celah hukum yang sengaja dibuat untuk menyelamatkan perusahaan raksasa. Aturan ini ternyata memiliki pengecualian khusus: jika sebuah ponsel memiliki baterai yang sanggup bertahan pada kapasitas delapan puluh persen setelah seribu kali pengisian daya, maka mereka bebas dari kewajiban ini.
Banyak pihak curiga celah ini memang sengaja disiapkan untuk Apple, karena klaim daya tahan seri iPhone terbaru kebetulan sangat pas dengan standar pengecualian tersebut!Mengingat pabrik gawai barang secara massal untuk pasar global, aturan di tanah Eropa ini diprediksi kuat akan ikut mengubah desain bentuk ponsel yang nanti masuk dan dijual di Indonesia.


















