Wartaindonesia.web.id, Jogjakarta – T engah malam di Jogja tiba-tiba berubah mencekam. Teriakan, kejar-kejaran, hingga senjata tajamwarga Baciro dibuat panik. Ini sekadar kenakalan, atau sudah masuk kategori ancaman serius? Begitulah gambaran saat keributan yang melibatkan rombongan sepeda motor pecah di kawasan Baciro, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Sabtu dini hari (25/4/2026) sekitar pukul 00.30 WIB. Insiden ini bukan cuma bikin resah—dua orang sampai harus dilarikan ke rumah sakit akibat luka dari benda tajam.
Breaking News
Geng Motor Membuat Keributan Di Jogjakarta Mulai Tahun 2027 Semua Ponsel Wajib Pakai Baterai Lepas Pasang Seorang Pengemudi Ojek Tertabrak kereta Api Di Medan Dewas Perumdam Tirta Mountala Tinjau Sumber Air di Glee Mountala, Respons Keluhan Distribusi di Kota Jantho Wali Kota Banda Aceh Lantik Ir. Rulli Syahreza sebagai Kepala Dinas PUPR Banda Aceh


Geng Motor Membuat Keributan Di Jogjakarta
26/04/2026


Wartakotanews.com, Jogjakarta – T engah malam di Jogja tiba-tiba berubah mencekam. Teriakan, kejar-kejaran, hingga senjata tajam—warga Baciro dibuat panik. Ini sekadar kenakalan, atau sudah masuk kategori ancaman serius?
Begitulah gambaran saat keributan yang melibatkan rombongan sepeda motor pecah di kawasan Baciro, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Sabtu dini hari (25/4/2026) sekitar pukul 00.30 WIB. Insiden ini bukan cuma bikin resah—dua orang sampai harus dilarikan ke rumah sakit akibat luka dari benda tajam.

Menurut keterangan polisi, rombongan sekitar 20 motor melintas dari arah timur ke barat. Saat sampai di simpang Jalan Cantel, mereka meneriaki warga yang sedang nongkrong. Situasi langsung memanas.
Empat warga yang merasa terancam memilih lari masuk kampung. Tapi bukannya reda, sekitar enam motor justru mengejar. Ketegangan pun berubah jadi aksi kekerasan.
Di lokasi berbeda, seorang pengendara berinisial HT (33), warga Boyolali, ikut jadi korban. Ia berusaha menghindar saat rombongan mendekat, namun terjatuh di depan Taru Martani dan mengalami luka sobek akibat benda tajam. Ia harus mendapat tiga jahitan.
Korban lainnya, AF (29), warga Gondokusuman, seorang driver travel yang kebetulan melintas, juga jadi sasaran. Saat mencoba mengamankan situasi, ia justru dipukul dari belakang hingga mengalami luka di kepala dan harus mendapat empat jahitan.
Polisi sudah mengamankan satu orang dari rombongan, namun masih berstatus saksi. Sementara pelaku utama masih diburu.
Situasi kini sudah kondusif, tapi pertanyaan besarnya:
Kenapa kejadian seperti ini terus berulang?Apakah ini soal kurangnya pengawasan?
Atau memang ada budaya konvoi ugal-ugalan yang makin berani.















