Jakarta, Wartaindonesia | Pesanggrahan| Proyek galian pipa PAM Jaya di Jakarta,21 Januari 2026 kembali menjadi sorotan setelah terungkap bahwa proyek tersebut diduga tidak memiliki anggaran dan informasi,yang memadai untuk keselamatan kerja. Proyek yang dikerjakan oleh PT. China Railway Construction Corporation (CRCC) ini memiliki kedalaman 3 meter dan panjang 3 kilometer, dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar 5 bulan
Namun, yang menjadi perhatian adalah kondisi pekerja yang tidak dilindungi oleh BPJS. Padahal, BPJS merupakan hak yang seharusnya diterima oleh setiap pekerja. Ketika awak media mencoba menghubungi pihak PAM Jaya, terungkap bahwa mereka tidak memiliki kehadiran yang signifikan di lokasi proyek, dengan kunjungan hanya dilakukan sekali seminggu.
Najwan, seorang pengawas K3, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi proyek ini. “Awal pengerjaan proyek ini seharusnya dilakukan dengan lebih baik, terutama dalam hal keselamatan kerja,” ujarnya.
Pengawas lapangan yang berasal dari luar negeri dengan inisial “Bogel” juga menjadi sorotan dalam proyek ini. Proyek yang dimulai pada Januari dan dijadwalkan selesai pada Mei ini menuai pertanyaan tentang efektivitas pengawasan dan keselamatan kerja.
PAM Jaya sebagai pihak yang bertanggung jawab atas proyek ini perlu memberikan klarifikasi dan penjelasan lebih lanjut tentang kondisi proyek dan keselamatan kerja para pekerjanya. Publik berhak mengetahui bagaimana proyek ini dijalankan dan apakah sudah sesuai dengan standar keselamatan yang berlaku.Ucap ” N”Untuk transparansi anggaran tidak dipermasalahkan PAM Jaya.
Galian PAM Jaya tidak Memiliki Anggaran , Informasi.untuk keselamatan kerja pekerja menjadi pertanyaan besar bagi publik. Apakah ini menjadi awal dari rangkaian masalah yang lebih besar? Kita tunggu jawaban dari pihak terkait.


















